Sablon kaus satuan merupakan salah satu tahapan dalam dunia percetakan kaus. Tidak sembarang orang bisa melakukannya karena dibutuhkan teknik tersendiri. Seperti diketahui, ada dua teknik dalam menyablon kaus, yaitu secara manual dan digital printing. Dalam artikel ini hanya akan dibahas mengenai cara menyablon kaus satuan secara manual. Perhatikan satu per satu yuk!

1. Menyeting Desain Kaus

Sebagai langkah awal, siapkan terlebih dahulu desain kaus yang akan disablon, lalu diedit hingga menjadi sebuah film sablon siap cetak sesuai warna-warna yang diinginkan. Jika ada banyak warna, berarti Anda melakukan proses pecah warna atau separasi warna. Dan, untuk melakukan hal ini, Anda disarankan menggunakan software CorelDraw atau Photoshop.

2. Tahap Pra-afdruk

Pada tahap afdruk, dibutuhkan screen yang bersih dan kering. Untuk itu, Anda harus menyiapkan agar screen dalam kondisi bersih. Untuk itu, cuci screen dengan air dan sabun colek, kemudian dilap menggunakan kain spon. Setelah itu, dijemur di bawah sinar matahari agar benar-benar kering.

Baca juga : Perbedaan Mesin Sablon Digital dan Manual

3. Tahap Afdruk

Pada tahapan ini, Anda akan melakukan pemberian obat, pembakaran screen, dan pencucian obat pada screen. Untuk itu, siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti screen, obat afdruk, kipas angin, dan alat perata screen (bisa digunakan penggaris). Kemudian, lakukan tahapan berikut:

a.    Campurkan obat afdruk warna merah dan putih.

b.    Masukkan pada screen sedikit demi sedikit dan ratakan setipis-tipisnya.

c.    Keringkan screen, namun tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Oleh karena itu, gunakan kipas angin atau hairdryer untuk mengeringkannya dan dilakukan di ruang gelap.

4. Pembakaran Screen

Pada tahap ini, alat yang disiapkan berupa kaca, desain kaus, screen, busa screen, dan papan. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut:

a.    Ambil papan, kemudian letakkan busa di atas papan.

b.    Olesi desain kaus dengan minyak goreng agar kerta pada gambar tembus sinar.

c.    Tempelkan desain kaus tersebut di atas papan yang sudah ada busa screennya.

d.    Sinari screen dengan sinar matahari selama 15–20 detik, tergantung panas tidaknya matahari. Ingat, terlalu lama tersinari matahari bisa menyebabkan kegagalan dalam pembuatan film screen.

e.    Cuci screen agar bekas obat yang menempel dan desain yang ada dapat terlepas. Dalam hal ini, gunakan alat penyemprot yang biasa digunakan untuk memandikan burung.

5. Penyablonan

Alat yang Anda butuhkan pada tahap ini adalah screen yang telah ada filmnya, cat, meja sablon, alat pengesut, dan kaus yang akan disablon. Untuk mendapatkan kaus sablon berkualitas, gunakan cat yang tidak gampang pecah dan tidak terlalu kaku saat kering. Setelah itu, lakukan tahapan berikut:

a.    Letakkan kaus yang akan disablon di atas meja.

b.    Letakkan screen di atas kaus.

c.    Tuangkan cat  pada screen secukupnya.

d.    Gesut cat yang ada pada screen agar merata tipis.

6. Tahap Finishing

Tahapan ini dilakukan dengan menggunakan mesin press. Press kaus yang sudah ada sablonnya dengan suhu di atas 100 derajat celcius. Hal ini dilakukan agar kadar air pada cat sablon bisa hilang dan hasil sablonan lebih rapat serta halus saat diraba. Perlu diketahui, tidak semua kaus yang dijual di pasaran melewati tahap ini.

Selain tahapan di atas, agar hasil lebih maksimal, Anda harus perhatikan tentang bahan kaus yang digunakan. Bahan yang terbuat dari katun combed dengan gramasi sedang (20S, 24S, atau 30S) akan memberikan hasil sablonan yang sempurna pada sablon kaus satuan.

Leave a Reply