mesin sablon

Mesin sablon digital saat ini lebih banyak digunakan orang untuk mencetak kaus . Meskipun tetap menggunakan tenaga manusia, namun alat ini sedikit lebih meringankan dibanding saat menyetak kaus secara manual. Jika ditanya mengenai bagus tidaknya produk yang dihasilkan dari masing-masing tipe ini, tidak bisa dibandingkan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Nah, yang dibahas dalam artikel ini hanyalah perbedaan dari sistem kerjanya saja. Simak yuk!

1. Jumlah Orderan

Untuk sablon digital, tidak diperlukan minimum order. Siapa pun boleh memesan kaus sablonan meskipun hanya satu buah. Biaya yang dikeluarkan pun tidak berpengaruh antara oder banyak dan sedikit. Mesin inilah yang sering digunakan pedagang kaus sablonan digital. Sedangkan, untuk sablon manual, diperlukan minimum order. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi dan susahnya saat proses pembuatan.

2. Proses Pengerjaan

Proses pengerjaan sablon digital sangatlah cepat dibandingkan mencetak secara manual. Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk mencetak beberapa kaus bersablon. Bahkan, hanya dalam satu jam saja, Anda sudah bisa membuat dua belas desain kaus bersablon. Sedangkan, untuk sabon manual dibutuhkan waktu seharian untuk bisa membuat kaus bersablon manual.

3. Penggunaan Media Cetak

Pada mesin sablon digital, dibutuhkan kertas transfer dan tinta untuk bisa mencetak kaus. Oleh karena itu, selain mesin, kualitas kertas transfer maupun tintanya menjadi penentu kualitas tidaknya kaus sablon yang dihasilkan. Ada beberapa pilihan kertas transfer, seperti Oracel, Vinyl, beludru, bergliter, dan glow in the dark. Begitu juga dengan pilihan tintanya. Namun, tinta yang digunakan pada sablon digital tidak sevariatif jika menggunakan sablon manual. Pada sablon manual, tinta yang menjadi satu-satunya alat penentu hasil cetakan, mempunyai variasi yang banyak

4. Desain Eksklusif (Pribadi)

Saat ini, banyak orang yang tidak ingin kaus yang dikenakannya mempunyai kembaran. Untuk orang seperti ini, memesan kaus dengan sablon digital sangatlah cocok. Sebab, mesin ini sangat memungkinkan membuat satu desain untuk satu kaus. Dengan kata lain, kepuasan konsumen yang ingin tampil beda dengan desain kaus sendiri sangatlah terjamin. Sebenarnya, sablon manual juga bisa memberi kepuasan seperti ini. Namun, dibutuhkan biaya produksi yang supermahal dibanding mencetak kaus manual dalam jumlah banyak.

5. Kualitas Hasil Cetakan

Seperti sudah diungkapkan sebelumnya, untuk kualitas tidak bisa dibandingkan karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil cetakan, seperti mutu kertas transfer, tinta atau cat, bahan kaus, mutu pekerjanya, dan juga mutu penggunanya (jika berbicara masalah keawetan kaus). Ada hasil cetak digital yang terlihat retak-retak. Hal ini dikarenakan kertas transfer yang digunakan tidak berkualitas. Penggunaan kertas transfer yang berkualitas tinggi tidak akan menghasilkan cetakan yang mudah retak. Begitu juga, ada hasil sablon manual yang ketika dicuci, tinta sablon mengelupas atau pudar. Hal ini dikarenakan penggunaan tinta yang tidak berkualitas.

6. Ukuran Desain Kaus

Terdapat batasan-batasan ukuran saat mengerjakan desain, baik menggunakan mesin digital maupun manual. Untuk mesin sablon digital, ukuran maksimum yang bisa dicetak menggunakan alat digital hanyalah ukuran kertas A4 (21 x 29,7 cm), karena mesin yang tersedia memang baru yang ukuran tersebut. Sedangkan, untuk cetak manual, Anda bisa menggunakan ukuran berapa pun. Bahkan, ukuran full body pun bisa dilakukan, sebab cetakan desain bisa dibuat sendiri mengunakan kayu dan kasa. Jadi, bisa dikatakan, cetakan manual lebih memberikan kepuasan dalam hal ukuran desain dibandingkan mesin sablon digital.

Leave a Reply